Setiap orang yang mempunyai anak pasti memiliki kebanggaan terhadap anaknya. Begitu juga sebaliknya, seorang anak akan memiliki kebanggaan tersendiri menjadi anak dari orang tuanya. Hedeh, apasih blog ini. gak jelas pembukaannya. wkwkwk
Edisi galau sebenernya, aku gak tau mau kasih openingnya gimana tentang curhatan yang satu ini. haha. Kebanggaan seorang anak kepada orang tuanya khususnya bapaknya ada 2 jenis;
1. Kebanggaan terhadap kemampuan atau prinsip orang tuanya (misalnya: ortu sabar, pintar, ortu berpendidikan tinggi, berprinsip kuat, dll).
2. Kebanggaan terhadap "sesuatu" yang dimiliki orang tuanya (misalnya: kekayaan, kepopulerannya, jabatan, dll).
Tapi kebanggaan yang dimiliki itu seharusnya bisa menjadikan semacam motivasi untuk menjadikan diri kita sebagai orang yang bisa menyamai atau lebih baik dari apa yg orangtua kita miliki.
Oke. Enough with the long explanation. Keburu tidur yang baca ntar 😂 .
Sudah jadi perkara umum sebenarnya di Indonesia ini (bukan rahasia umum) soal kolusi dan nepotisme yang meng-akut dan mendarah daging.
Apalagi ditempat kerja yang sekarang. It's fine sih menurutku. Ya gak papa juga kamu minta tolong bapak atau om ato kenalan buat bantu masukkan kerja. Daripada minta tolong dukun kan jatohnya syirik. Hehe. Tapi that's it. Cukup sampai disitu kan. Dibantu masuk ditempat kerja. Selanjutnya saatnya untuk kerja. Iya kerja. Apalagi?? Bukan saatnya sibuk ngetang ngeteng plank bertuliskan "gue anak pak Anu" atau semacamnya dijidat.
Justru sebenernya orang2 yang "dititipkan" itu punya tanggung jawab yang besar. Beban moral. Gimana caranya ngebuktiin kalau sebagai "titipan" punya kelebihan. Punya kemampuan dan etos kerja yang bisa dibanggain. Bisa kerja keras dan kerja cerdas. not just another spoil brats.
Tapi apa yang sering aku dapatin malah sebaliknya. Kerja seenak udel dengan ritme sekehendaknya. Trus kalau ada masalah atau merasa kerjaan overload mulai bawa-bawa nama bapak, om, kakak ato siapa aja yg bisa digendelin. Capek. Lha mau sampe kapan saudara saudari bawa2 nama orang? Mau sampai kapan baru memutuskan untuk berdiri di atas kaki sendiri.
Pernah suatu ketika ada kerjaan gak beres. Marahlah si bos ke bawahan2nya. Kalo dari sudut pandangku, marahnya sih masih biasa aja. Sekadar mengingatkan begini lo harusnya kerja. Dan belum sampe yang balik2 meja atau teriak2. Hehe (emang kamu dat).
Dan tu bocah2 yang diomelin gak terima. Ujung-ujungnya ada lagi yang nyeletuk. "coba deh, liat aja ntar aku bilang sama bapakku suruh anak buahnya bla bla bla..... " 😥😥
*dan aku pingsan*
#notetomyself (jangan sampe kamu kaya gitu daaaaat) 😴😴😴
Tidak ada komentar:
Posting Komentar