Minggu, 15 Mei 2016

Menjelang Tahun ke-5

Kurang dari 3 minggu lagi saya dan suami akan memasuki tahun pernikahan yang-5...wah sooo exited. Gak kerasa ya. Pepatah Time flies itu beneran yah ternyata. hehehe. Memasuki Tahun ke-5 pernikahan ini saya dan suami masih "kompak" berduaan. Kompak disini bukan berarti direncanakan yah.
Kami berdua sih sudah kepengen banget punya momongan, udah usaha juga dari medis sampai alternatif (meskipun ya belum terlalu optimal-optimal banget rasanya menurutku) tapi ya memang belum rejekinya saja... As simple as that :) .

Sekarang sih nulisnya sambil senyum. pake emot :)
Coba kalau dilihat beberapa tahun kebelakang. hahaha gak semanis kalimat "memang belum rejekinya saja" tentunya. Ada terlalu banyak drama dan kelebaian dalam prosesnya.

Banyak sekali cerita seputar kehamilan, ngidam dan proses kelahiran yang akan saya share
Berdasarkan pengalaman saya pribadi yang belum pernah merasakan ketiga proses itu tentunya

Saya dan suami sudah mulai program momongan ke dokter kira-kira di tahun pertama pernikahan. Selain itu saya juga sudah pernah mencoba aneka herbal dari madu jenis a,b,c, d dan  pijat di tempat a-b dst....(tinggal pijat dijidat aja yang belum kayaknya hahaha)

Setiap saya halangan (atau yang pada saat itu sering saya sebut sebagai proses coba lagi bulan depan) selain kram perut dan sakit juga bawaan sensi yang 2x lipat biasanya saya juga sering sekali mengalami "fase sinetron". Gimana gak disebut sinteron, setiap lagi dapet, biarpun lagi dijalan bawa motor, saya bisa tiba-tiba mewek, mbrebes mili, dsbnya. tanpa sebab...tapi sampe rumah atau tempat tujuan pasang muka datar. Seperti gak terjadi apa-apa. hahaha sok cool ceritanya :p

Pengalaman buruk juga sama yang namanya test-pack. Tiap habis tes, seringnya besoknya langsung dapet. hahaha. serius gak sekali dua kali begini. Jadi kalo kira2 udah deket tanggal halangan, saya belum dapet2 juga. Beli aja test-pack, test, bisa dipastikan besok atau lusanya dapet. hahaha. Jadi agak-agak musuhan sama benda yang namanya Test-Pack, padahal kan dia gak salah apa-apa ya. hahahaha.

Trus kalau perut sudah keram, sakitnya lebay, melow dikasur. Padahal sebenernya sakitnya sih biasa aja, cuma ya gitu deh namanya juga lagi fase sinetron. Saya bisa seharian gak ngapa-ngapain. Cuma mutung dan kesakitan diatas kasur. Kalau sudah begini yang paling kasihan itu sebenernya suami (maaf ya sayang)..karena saya jadi sensi berlipat-lipat sama dia. Untungnya suami bukan pemain sinetron kaya saya, hahaha,. Jadi dia menghadapi "drama" istrinya dengan cukup menenangkan. silently gave me a hug or a kiss on forehead. No words needed. More than enough for me. Biasanya rasanya langsung adem...hati lebih tenang (atau akan makin kenceng nangisnya).

Trus kalau lagi ada undangan menjenguk teman yang habis melahirkan, atau ada acara tasmiahan atau aqiqahan saya biasanya antara menghindar atau dateng tapi secepat mungkin pulangnya. Tiap lihat bayinya pasti akan ada berjuta "kok" dikepala saya.. "kok bisa.." "kok dia" dan berjuta "kok..." lainnya yang akhirnya membuat hati ini jadi berprasangka dengan ketentuan Allah. Astaghfirullah.....

Pun saat berdoa. Saya berdoa. Meminta sama Allah. Tapi setelah saya perhatikan baik-baik redaksi dari doa saya. Saya tidak seperti meminta, tapi "memerintah" Allah. Astagfirullah..Astagfirullah...Astagfirullah.

Yang paling berat menurut saya adalah saat menghadapi pertanyaan-pertanyaan. Saat bertemu kawan lama, saudara atau siapa saja. Biasanya pertanyaannya si standar... "sudah berapa buntut?" atau "anak dah berapa dat?" simpel ya... Kalau lagi edisi kejiwaan normal saya jawabnya pake senyum "belum..doain aja". Tapi biasanya akan muncul pertanyaan lanjutan seperti "lho kok belum?", "Kamu sengaja nunda ya?", "duh kok belum dat, jangan kelamaan dong.." dsbnya. Sebenarnya maksud penanya juga baik saja. Bisa jadi kan si penanya memang perhatian, atau mencoba membuka pembicaraan dengan saya. Tapi yah namanya saya suka banyak sensinya. Kalau sudah muncul pertanyaan-pertanyaan lanjutan seperti itu, biasanya saya sensi akut dan akan menjawab dengan...
"ya mana saya tau..kan hak prerogatif Allah ni" (jawaban sok bijak padahal jawabnya sambil nada suara naik 3 oktaf lebih tinggi)
"udah doain aja, ntar kalo saya punya anak memang kamu nyumbang apa?"
atau kalo lagi super duper sensi akan menjawab dengan
"kamu tau kapan kamu mati? nggak kan?? sama saya juga tau kapan saya hamil, kapan saya melahirkan"...
hahahaha parah tingkat kesensian ini.
Belum lagi kalau yang nanya dari pihak keluarga. Level sensi saya bisa berlipat-lipat. Padahal yaitu tadi, mereka bertanya saya (sekarang) yakin  lebih karena mereka perduli dengan Saya dan Suami. Bukan karena sekedar Kepo apalagi berniat untuk membuat saya galau dan kesal.

Karenanya saya minta maaf ya..buat siapa saja yang mungkin sudah pernah saya sensiin saat bertanya hal-hal ini dengan saya. Maklum...waktu itu otak, hati sama mulut belum di sinkronkan. hahahahaha.

Belum lagi biasanya setelah itu, saya akan nyampah dimana-mana, di twitter, fb, path, bbm dll.
Padahal dipikir-pikir lagi, apa gunanya coba ya, hahaha. Malah bikin circle of "sampah" anywhere
Apagunanya ya....

Nah bagaimana sekarang??

Sekarang saya sudah lebih waras. hehehehe
Sudah tidak pernah lagi post-post sensi di sosmed karena ditegur orang perkara momongan atau kehamilan, dan atau galau karena lagi dapet.
Saya juga sudah menjadi sedikit lebih santai dalam menghadapi dan menanti, karena saya menyaksikan sendiri di sekitar saya, banyak pasangan-pasangan lain yang perjuangannya berlipat-lipat kali dari saya dan suami, dan meraka masih berusaha dan menanti dengan sabarnya. Kalau ada undangan-undangan atau teman yang sedang hamil, ngidam atau melahirkan saya exited sekali. Saya menikmati prosesnya saat ini menjadi tante/bule/bude/aunty atau kakak dari si calon bayi dan para bayi yang sudah terlahir ini.

Sambil tentunya berdoa kepada yang mempunyai kuasa sepenuhnya atas hidup ini, ALLAH SWT. Saya tidak minta hamil, menjadi ibu atau "segera" dikaruniai momongan lagi seperti doa-doa saya sebelumnya (maafkan hamba Ya ALLAH)... Saya minta dipantaskan dan disabarkan. Minta dipantaskan jadi Ibu dari anak-anak Shaleh dan Shalehah dan di sabarkan dalam prosesnya (baik menunggu dan menjalaninya).

Teringat dengan salah satu firman ALLAH SWT dalam QS. Al Baqarah 216:




و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Allah SWT yang Maha mengetahui...APAPUN yang terbaik untuk hambanya. tinggal bagaimana kita sebagai hamba, menjalani dan melihat hikmah dari apa-apa yang sudah digariskan kepada kita....





*NTMS saat malming dan gak jalan kemana-mana sama Uyis*
*ditulis sambil nyengir-nyengir, sedikit mewek dan kemudian nyengir lagi*
PS: To my husband...ayo kapan kita progmil lagi ^^v

6 komentar:

  1. Sukak bacanyanya! Hahaa.. apa kabar? (Yang jelas aku gak akan nanya yang "itu"). Dat! Aku malah sekarang gak mikirin yg namanya promil, malah menikmati berdua-duaan, makan, traveling, whatever.. malah sangat terbiasa dengan keadaan begini. Malah nggak berusaha keras seperti kalian, keliatannya kalian gigih banget! Aah.. aku iriiii hahahaa.. Well, cuma bisa berdoa, semoga kegigihan kalian terbayarkan dengan adanya benih mungil diperutmu, amiiin ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak yg bisa disyukuri oleh pasangan2 kaya kita ma. contoh paling simpel: masih bisa midnight kapan aja. hahaha. ya gak siiih.

      semangat juga ya buat kamu
      sama2 mendoakan 😙😙

      Hapus
  2. Ah salah baca yg ini, msih di bawah umur adek kak *menghibur diri sndri 😁😁

    BalasHapus